The Altruism Dialectic: Apakah Kebaikan Itu Bodoh?

Berawal dari Sebuah Buku Saya mengangkatnya dengan kedua tangan. Bukan karena berat, tapi karena terasa seperti sesuatu yang seharusnya diangkat dengan serius. Matthieu Ricard. Altruism: The Power of Compassion to Change Yourself and the World. Lebih dari 900 halaman. Sampulnya bergambar pohon-pohon berkabut dalam nuansa biru tenang, dan di bagian atas terbaca blurb dari Daniel … Read more

Tidak Semua yang Tidak Terpilih adalah Kegagalan

Ada masa ketika saya tidak memahami mengapa seorang cameraman harus merekam jauh lebih banyak daripada yang akan ditayangkan. Saat itu saya bekerja di era pita MiniDV. Saya terlibat dalam satu program feature televisi yang isinya human interest, profil tokoh, mini magazine, traveling, hingga kuliner. Jenis ceritanya boleh berbeda, tetapi ada satu aturan yang hampir selalu terdengar di lapangan dan lama-kelamaan tertanam di … Read more

Pohon di Tengah Banjir

Catatan tentang Mendidik di Era yang Serba Cepat Beberapa tahun terakhir saya mengamati satu hal yang mengganggu: informasi semakin mudah diakses, tetapi manusia tidak otomatis semakin bijak mengolahnya. Teknologi membuka pintu yang sebelumnya tertutup. Pengetahuan yang dulu hanya bisa diakses segelintir orang, kini ada di genggaman siapa saja. Itu kabar baik. Tapi ada yang tidak … Read more

Ngomel tentang FILE SHARING: Berbagi tak selamanya indah.

Pernahkah Anda merasa sudah cukup “melek digital” karena tahu cara menggunakan smartphone, aplikasi chat, bahkan cloud storage? Tapi kenapa file-file kerja masih sering berantakan? Kenapa dokumen penting hilang begitu saja saat meeting? Kenapa storage HP atau laptop selalu penuh padahal baru dibersihkan bulan kemarin? Saya pernah mengalaminya. Dan setelah mengamati pola kebiasaan digital saya sendiri … Read more

When Christmas Is Over

Tidak ada lagi yang benar-benar menyala di hati saya ketika Natal tiba, selain kenangan-kenangan indah yang pernah ada. Bukan karena Natal kehilangan makna, dan bukan pula karena saya berhenti percaya. Barangkali justru sebaliknya, saya terlalu menghargainya, sampai tidak lagi membutuhkan sparks atau ledakan perasaan yang datang setahun sekali. Natal kini lebih sering hadir sebagai ingatan. … Read more

Alasan Tersembunyi Kenapa AI Anda Tidak Mengubah Apa-apa

Ada fenomena menarik yang muncul beberapa tahun terakhir: teknologi berkembang dengan kecepatan yang mencengangkan. AI yang dulu hanya bisa menjawab pertanyaan sederhana sekarang bisa menulis kode, membuat presentasi, menganalisis data kompleks, bahkan merancang strategi bisnis. Model bahasa yang setahun lalu dianggap mutakhir sekarang sudah ketinggalan zaman. Perangkat keras makin kuat, software makin pintar, antarmuka makin … Read more

Anti-Intelektualisme di Ruang Kecil: Apakah Kompleksitas itu Ancaman?

Ada ruang-ruang kecil dalam hidup, seperti meja makan sore hari, grup WhatsApp keluarga yang berisik di pagi hari, rapat pelayanan yang molor, diskusi tim kecil di kantor sambil menyeduh kopi, di mana kompleksitas sering dipangkas sebelum sempat tumbuh. Bukan karena orangnya jahat. Bukan karena tidak peduli. Tapi karena ruang kecil punya gravitasi sendiri: ia menuntut … Read more

Bangku Cadangan: Babak Baru

Catatan: Tulisan ini aku tulis dengan gaya penulisan lamaku — mungkin terasa sedikit berbeda dari tulisan-tulisan lain di blog ini. Aku sengaja mempertahankannya untuk menjaga rasa dan napas dari karya sebelumnya, “Bangku Cadangan.” Kadang waktu berjalan begitu cepat, dan kita merasa masih saja berada di tempat yang sama. Kita tumbuh, bertambah usia, menimba banyak hal, … Read more

Hati yang SELESAI

Ada kalimat di tulisan Kenduri Cinta itu yang menarik: “Kita tidak bisa memulai sesuatu yang baru dengan hati yang masih belum selesai.” Kalimat yang dulu sering saya dengar, saya pahami maknanya dengan baik, namun terasa begitu sulit untuk benar-benar saya raih. Karena sering kali kita sibuk membangun hal baru (karier, hubungan, pelayanan) sementara di dalam, … Read more

Menajamkan “People-Pleaser Advantage”: Refleksi Singkat

(Terinspirasi dari tulisan Dan Rockwell di Leadership Freak. Saya baca dan ingin langsung bagi refleksi instan tanpa mikir terlalu lama.) Aku baru baca tulisan Rockwell yang bilang “Setiap pemimpin yang sukses adalah people-pleaser.” Kedengarannya catchy, tapi mari kita poles sedikit: menyenangkan orang itu bukan tujuan utama kepemimpinan melainkan efek samping dari memimpin dengan benar. Tujuan … Read more